Pemutusan hubungan kerja (PHK) merupakan salah satu permasalahan ketenagakerjaan yang semakin meningkat di Indonesia dan memiliki dampak luas terhadap aspek ekonomi, sosial, serta psikologis tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab serta dampak PHK terhadap kinerja dan kesejahteraan sumber daya manusia melalui studi kasus pada PT Toba Pulp Lestari Tbk. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis dan teknik studi kasus, dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi dari laporan resmi, jurnal ilmiah, dan media terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PHK disebabkan oleh kombinasi faktor eksternal, seperti ketidakstabilan ekonomi global dan pencabutan izin usaha kehutanan yang mengganggu operasional perusahaan, serta faktor internal berupa efisiensi dan restrukturisasi organisasi. Dampak PHK tidak hanya dirasakan oleh pekerja yang diberhentikan dalam bentuk penurunan kesejahteraan dan tekanan psikologis, tetapi juga oleh karyawan yang masih bekerja melalui munculnya rasa tidak aman yang berdampak pada penurunan kinerja. Selain itu, PHK turut memengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat, seperti meningkatnya pengangguran dan menurunnya daya beli. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan ketenagakerjaan yang adaptif dan humanis, seperti program pelatihan keterampilan, penempatan ulang tenaga kerja, serta komunikasi yang efektif antara perusahaan dan karyawan guna meminimalkan dampak negatif PHK