Pendidikan karakter sangat penting untuk membentuk sikap dan perilaku siswa. Hal ini terutama berlaku untuk pengajaran disiplin. Meskipun demikian, banyak siswa menunjukkan disiplin yang buruk dan mengabaikan peraturan sekolah, seperti keterlambatan, pakaian yang tidak pantas, dan kurangnya partisipasi dalam kegiatan sekolah. Situasi ini menunjukkan bahwa disiplin belum sepenuhnya terintegrasi ke dalam kehidupan sehari-hari siswa. Oleh karena itu diperlukan pendekatan yang terstruktur dan konsisten untuk membangun disiplin melalui kegiatan sekolah, seperti upacara pagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kegiatan apel pagi dilakukan, mengetahui bagaimana hal itu membantu meningkatkan kedisiplinan siswa, dan menemukan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya di SD Negeri 1 Pulosaren. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek meliputi siswa kelas IV, guru, dan kepala sekolah. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk memastikan keabsahan data, dilakukan analisis data, yang mencakup pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta triangulasi. Hasilnya menunjukkan bahwa apel pagi dilakukan secara teratur sebelum pembelajaran dan terdiri dari kumpulan kegiatan yang terstruktur. Dengan hadirnya waktu yang tepat, mematuhi tata tertib, menjaga kerapian, dan tetap tertib selama kegiatan, kegiatan ini membantu meningkatkan kedisiplinan. Faktor yang mendukung adalah partisipasi guru dan fasilitas sekolah, sedangkan tantangan adalah pengaturan kegiatan dan kebutuhan untuk aturan yang terus diperkuat.