Nazla Karin Adisti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU BERSALIN DI RSUD SYAMSUDIN SH TAHUN 2025 Panduwita; Nazla Karin Adisti
JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN
Publisher : Akademi Farmasi Persada Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, proteinuria, dan edema, yang dapat berdampak serius bagi ibu dan janin. Di Indonesia, preeklampsia menjadi salah satu penyebab utama kematian maternal. Berdasarkan data RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi tahun 2025, jumlah kasus preeklampsia masih tergolong tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor faktor yang memengaruhi kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di RSUD Syamsudin SH, meliputi usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, dan riwayat hipertensi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh secara sekunder melalui rekam medis ibu bersalin di RSUD Syamsudin SH dari bulan Januari hingga April 2025. Sampel berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat (Chi Square). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,001), paritas (p=0,002), pekerjaan (p=0,007), pendidikan (p=0,045), dan riwayat hipertensi (p=0,000) dengan kejadian preeklampsia. Ibu dengan usia berisiko (<20 tahun atau >35 tahun), paritas tinggi, pendidikan rendah, tidak bekerja, dan memiliki riwayat hipertensi memiliki peluang lebih besar mengalami preeklampsia berat. Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, dan riwayat hipertensi dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin. Diperlukan upaya promotif dan preventif dalam skrining faktor risiko untuk menurunkan angka kejadian preeklampsia.