Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH MANUFAKTUR MESIN PENGASAH PISAU PLANAR TERHADAP AKURASI GEOMETRI DAN KEKASARAN HASIL ASAHAN Setiyawan, Trio; Melvy Wattimena , Riles; Kristiawan , Timotius Anggit; Irianto , Sugeng; Hidayati , Nur; Wahyu Asry Ningtias, Dieta; Garside, Annisa Kesy; Setya Pratama, Mahendra
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v7i2.11018

Abstract

Dalam industri pengolahan kayu performa pemotongan sangat bergantung pada stabilitas sudut asah dan tingkat kekasaran permukaan mata pisau, dimana sudut yang konsisten dan kekasaran permukaan mata pisau mempengaruhi  hasil dari serutan kayu semangkin presisi sudut dan rendahnya tingkat kekasaran maka semangkin tinggi pula kwalitas hasil serutan. Penelitian ini berfokus pada manufaktur mesin pengasah mata pisau planer guna mengidentifikasi parameter pengasahan yang optimal serta mengatasi limitasi metode manual yang memiliki kendala pada aspek presisi dan efisiensi waktu. Metodologi penelitian yang diterapkan adalah pendekatan Shigley, yang mencakup tahapan identifikasi kebutuhan, formulasi masalah, sintesis, analisis, optimasi, hingga evaluasi. Prosedur pengujian komprehensif dilakukan untuk memvalidasi kinerja sistem, meliputi: Uji Fungsional dan Keamanan memastikan seluruh mekanisme bekerja dengan baik dan aman. Uji Akurasi Geometris mengukur deviasi sudut asah menggunakan shadowgraph untuk memverifikasi kesesuaian antara sudut aktual dengan setting awal pada penjepit. Uji Parameter Kinematik menganalisis kecepatan rotasi batu gerinda dan kecepatan translasi meja. Hasil penelitian merealisasikan mesin pengasah pisau planer. Data eksperimental menunjukkan bahwa mesin ini mampu menghasilkan sudut pengasahan dengan tingkat presisi mencapai 99,55%. Pada parameter kecepatan sliding 0,011 m/s, diperoleh nilai kekasaran permukaan rata-rata (Ra​) sebesar 0,06 µm. Capaian ini menunjukkan kualitas permukaan yang jauh lebih unggul dibandingkan metode manual yang menghasilkan nilai Ra​ sebesar 0,235 µm. Implementasi mesin ini diharapkan dapat menjadi substitusi metode pengasahan konvensional untuk mencapai hasil yang lebih optimal, sekaligus menjadi referensi akademik dalam pengembangan teknologi pemesinan serupa di masa depan.