Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Propaganda Sarekat Islam Merah Melawan Kaum Kolonial di Surakarta Tahun 1918-1926 Abror, Slamet Miftahul; Abdurrakhman
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 7 No. 01 (2026): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v7i01.14328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana Sarekat Islam yang dulunya sebagai perkumpulan Rekso Roemekso berubah menjadi organisasi yang besar di bawah komando Misbach dan kawan-kawannya dalam melakukan propaganda di Surakarta kepada pemerintah kolonial. Tentu hal ini perlu kita perhatikan secara seksama, gerakan perlawanan yang besar pada saat itu dilakukan oleh seorang Haji Merah yang memadukan ajaran keislaman dengan kerangka komunisme yang menurutnya itu sesuai dengan kaidah-kaidah keislaman yang benar. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan Sejarah Lokal yang dituangkan oleh Kuntowijoyo, penelitian ini melihat aspek lokalitas yang ada di Surakarta tentu dengan narasi propaganda yang dilakukan oleh umat Islam dalam melawan kaum kolonial. Misbach dengan kerangka lokalitasnya berhasil menyulap ajaran Islam dengan komunisme sebagai media dakwah dan propaganda dalam melawan kaum kolonial dan umat Islam yang mengatasnamakan agama untuk kepentingan dirinya sendiri. Melalui surat kabar Medan Moeslimin dan Islam Bergerak, Misbach mencurahkan pikiran dan gagasannya untuk mengajak umat Islam bersatu melawan kezaliman. Tidak segan-segan apa yang dilakukan oleh Misbach membuat pemerintah kolonial kewalahan dalam membendung aksi massa yang besar pada saat itu, terutama pemogokan-pemogokan mereka terhadap pekerjaan mereka kepada pemerintah kolonial. itu sebabnya, pemerintah kolonial melarang Misbach dan kawan-kawannya melakukan propaganda melalui surat kabar dan penangkapan dan pengasingan yang membuat mereka tidak bisa melawan di kemudian hari. Kata Kunci: Propaganda; Sarekat Islam; Medan Moeslimin; Misbach