ABSTRACT The low level of financial literacy among Indonesian adolescents remains a significant challenge, as reflected in national data from 2024 and in the initial condition of students at SMA Negeri 14 Bandar Lampung, whose average preliminary score in basic accounting comprehension was 35.65. This community service activity aimed to enhance students’ mastery of fundamental accounting concepts while evaluating the effectiveness of the implemented interactive training. The program employed a one-group pretest-posttest design involving 31 twelfth-grade social science students through transaction simulations, group discussions, and digital quiz-based assessments conducted in a single 95-minute session. The analysis revealed an increase in the mean score to 45.00, with a statistically significant difference (p = 0.006), representing a relative improvement of 26.24%. However, the N-Gain value of 0.1389 indicates that the level of effectiveness remains low. These findings suggest that while the interactive approach can promote short-term improvement in understanding, the limited duration of the training was insufficient to achieve optimal conceptual mastery. Practically, this training model has the potential to be implemented in secondary schools as an alternative strategy to strengthen accounting literacy, with recommendations for extended instructional time and sustained practice to maximize learning outcomes. ABSTRAK Rendahnya literasi keuangan remaja Indonesia masih menjadi tantangan serius, sebagaimana tercermin dalam data nasional tahun 2024 dan kondisi awal siswa SMA Negeri 14 Bandar Lampung yang menunjukkan rata-rata skor awal pemahaman akuntansi sebesar 35,65. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan penguasaan konsep akuntansi dasar sekaligus menilai efektivitas pelatihan interaktif yang diterapkan. Program dilaksanakan menggunakan desain one-group pretest-posttest terhadap 31 siswa kelas XII IPS melalui simulasi transaksi, diskusi kelompok, dan evaluasi berbasis kuis digital dalam satu sesi berdurasi 95 menit. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata menjadi 45,00 dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p = 0,006), serta kenaikan relatif sebesar 26,24%. Meskipun demikian, nilai N-Gain sebesar 0,1389 mengindikasikan efektivitas yang masih tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan interaktif mampu mendorong peningkatan pemahaman dalam jangka pendek, namun durasi pelatihan yang terbatas belum cukup untuk menghasilkan penguasaan konsep yang optimal. Secara praktis, model pelatihan ini berpotensi diterapkan di sekolah menengah sebagai alternatif penguatan literasi akuntansi, dengan rekomendasi penambahan waktu dan latihan berkelanjutan agar dampak pembelajaran lebih maksimal.