ABSTRACT The Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) sector plays a significant role in driving economic growth while improving community welfare. However, many business actors still face challenges in financial management, particularly due to low levels of financial literacy, the absence of systematic recording practices, and limitations in developing sustainable business planning. These issues are also experienced by Yuni Emping MSME in Gedong Tataan, Pesawaran Regency, which encounters difficulties in monitoring its financial condition and managing production activities optimally. This study aims to strengthen business management capacity through the implementation of financial accounting strategies based on the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM). The research adopts a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, as well as training and mentoring activities involving business partners. The stages of the study include problem identification, implementation of basic financial recording training, and evaluation of the application of transaction recording systems. The findings indicate that prior to the mentoring activities, the business actors had not implemented structured financial recording and still mixed business finances with personal finances. After the training and mentoring were conducted, the partners demonstrated improved understanding in recording transactions, preparing simple income statements, and managing business cash flow. These results confirm that the implementation of SAK EMKM-based financial recording, supported by mentoring activities, can enhance financial management capabilities and facilitate more structured and sustainable business decision-making. ABSTRAK Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkontribusi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, tidak sedikit pelaku usaha yang masih mengalami hambatan dalam mengelola keuangan, terutama akibat rendahnya tingkat literasi finansial, belum diterapkannya sistem pencatatan yang sistematis, serta keterbatasan dalam menyusun perencanaan usaha yang berkelanjutan. Permasalahan tersebut juga dialami oleh UMKM Yuni Emping di Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, yang mengalami kesulitan dalam memantau kondisi keuangan dan mengelola aktivitas produksi secara optimal. Penelitian ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pengelolaan usaha melalui implementasi strategi akuntansi keuangan yang mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada mitra usaha. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi permasalahan, pelaksanaan pelatihan pencatatan keuangan sederhana, serta evaluasi penerapan sistem pencatatan transaksi usaha. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa sebelum pelaksanaan pendampingan, pelaku usaha belum melakukan pencatatan keuangan secara terstruktur dan masih menggabungkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi. Setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan, mitra menunjukkan peningkatan pemahaman dalam pencatatan transaksi, penyusunan laporan laba rugi sederhana, serta pengelolaan arus kas usaha. Hasil tersebut menegaskan bahwa implementasi pencatatan keuangan berbasis SAK EMKM yang didukung oleh kegiatan pendampingan dapat memperkuat kemampuan pengelolaan keuangan serta membantu proses pengambilan keputusan usaha menjadi lebih terarah dan berkelanjutan.