Simangunsong, Bonse
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Job Insecurity terhadap Employee Well-Being pada Era Ketidakstabilan Ekonomi Global Simangunsong, Bonse; Yulia, Rasty; Arwin; Chandra, Dharnita
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i2.4036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh job insecurity terhadap employee well-being pada karyawan sektor swasta dalam kondisi ketidakstabilan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional untuk menganalisis hubungan antara variabel independen dan variabel dependen secara empiris dan terukur. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria minimal satu tahun masa kerja di wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur menggunakan skala Likert lima poin untuk mengukur persepsi ketidakamanan kerja dan kesejahteraan karyawan secara sistematis. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach’s Alpha di atas 0,60. Selain itu, dilakukan uji asumsi klasik untuk memastikan distribusi data memenuhi persyaratan analisis regresi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak statistik guna meningkatkan akurasi dan konsistensi hasil pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job insecurity berpengaruh negatif dan signifikan terhadap employee well-being (p < 0,05). Nilai koefisien regresi sebesar -0,628 menunjukkan bahwa setiap peningkatan persepsi ketidakamanan kerja akan diikuti oleh penurunan tingkat kesejahteraan karyawan secara konsisten. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,384 mengindikasikan bahwa 38,4% variasi employee well-being dapat dijelaskan oleh job insecurity, sedangkan 61,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian yang tidak dianalisis dalam studi ini. Temuan ini menunjukkan bahwa ketidakamanan kerja merupakan faktor penting dalam menentukan kondisi kesejahteraan psikologis karyawan. Oleh karena itu, organisasi perlu memperkuat kebijakan yang berfokus pada peningkatan kepastian kerja, transparansi komunikasi, serta penyediaan dukungan psikologis guna menjaga stabilitas karyawan secara berkelanjutan di tengah tekanan ekonomi global.