Beras hitam (Oryza sativa L. indica) merupakan salah satu jenis beras berpigmen yang memiliki kandungan metabolit sekunder berupa antosianin, flavonoid, tanin, serta senyawa bioaktif lain yang diketahui berperan penting sebagai antioksidan, antiinflamasi, serta agen pencegah berbagai penyakit degeneratif. Meskipun telah banyak dilaporkan mengenai manfaat kesehatan dari beras hitam, namun informasi terkait batas keamanan konsumsi dalam dosis tinggi masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas akut EEBH. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan mencit putih jantan (Mus musculus). Uji toksisitas akut ditentukan dengan nilai LD50 menggunakan metode Thomson-Weil. Hewan uji dibagi ke dalam beberapa kelompok perlakuan yang diberikan dosis ekstrak berbeda (40% b/v, 60% b/v, 90% b/v, dan 135% b/v) yang dikonversi ke dalam satuan mg/kgBB. Pengukuran berat badan mencit dilakukan pada sebelum dilakukan induksi EEBH dan setelah 24 jam induksi EEBH kemudian dilanjutkan pengukuran berat badan selama 7 hari. Analisis data berat badan menggunakan metode One Way Anova. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa EEBH positif mengandung flavonoid, tanin, dan saponin, sedangkan uji alkaloid, terpenoid, dan steroid memberikan hasil negatif. Hasil pengamatan toksisitas menunjukkan bahwa kematian hewan uji hanya terjadi pada dosis konsentrasi 90% b/v dan 135% b/v, sedangkan pada dosis lebih rendah tidak ditemukan kematian. Berdasarkan analisis metode Thomson-Weil, diperoleh nilai LD₅₀ sebesar 23.442 mg/kgBB, yang termasuk dalam kategori tidak toksik karena berada di atas 5000 mg/kgBB. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol beras hitam relatif aman untuk dikonsumsi.