Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan petugas farmasi dalam penyimpanan obat Look Alike Sound Alike (LASA) di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Madiun. Obat LASA merupakan kelompok obat dengan kemiripan nama atau bentuk fisik yang berpotensi menyebabkan medication error sehingga memerlukan perhatian khusus dalam penyimpanan dan pengelolaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan non eksperimental melalui observasi langsung dan pengisian kuesioner oleh 16 petugas farmasi. Selain itu, 100 jenis obat LASA dijadikan sampel untuk dievaluasi kesesuaian penyimpanannya berdasarkan standar operasional prosedur (SOP). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan petugas farmasi mencapai 91,7% dan termasuk kategori sangat baik. Mayoritas responden melaksanakan prosedur dengan benar, seperti penggunaan metode Tall Man Lettering, pencatatan keluar-masuk obat, pemantauan rutin oleh kepala instalasi, serta penerapan metode FIFO dan FEFO. Namun, terdapat beberapa aspek yang belum sepenuhnya konsisten, misalnya penyusunan obat tidak dilakukan secara alfabetis dan belum semua petugas memahami prosedur pelaporan kesalahan penyimpanan. Evaluasi terhadap 100 sampel obat LASA juga menunjukkan bahwa seluruh sampel telah disimpan sesuai dengan standar. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan sistem penyimpanan LASA di RSUD Kota Madiun sudah berjalan optimal, meskipun tetap memerlukan evaluasi berkala dan pelatihan rutin bagi petugas farmasi untuk mencegah potensi medication error. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi peningkatan mutu pelayanan farmasi rumah sakit serta acuan penelitian lebih lanjut terkait pengelolaan obat LASA.