Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak gangguan kecemasan pada Generasi Z yang disebabkan oleh trauma dalam hubungan pertemanan sebaya dan lingkungan keluarga inti. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA. Data dikumpulkan dari beberapa basis data akademik, termasuk Google Scholar, Scopus, PubMed, dan ScienceDirect, dengan cakupan publikasi dari tahun 2022 hingga 2025. Proses seleksi melibatkan tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi, sehingga diperoleh 15 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma yang berasal dari keluarga, seperti konflik orang tua, perceraian, dan pola pengasuhan yang tidak sehat, memberikan kontribusi signifikan terhadap gangguan kecemasan pada Generasi Z. Selain itu, trauma yang berkaitan dengan hubungan pertemanan sebaya, seperti perundungan, konflik sosial, dan pengkhianatan, juga berperan penting dalam meningkatkan kecemasan sosial dan ketidakstabilan emosional. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa hubungan antara trauma dan kecemasan dipengaruhi oleh faktor mediasi dan moderasi, seperti dukungan sosial, regulasi emosi, harga diri, dan paparan media sosial. Individu yang memiliki dukungan sosial yang kuat serta regulasi emosi yang baik cenderung mengalami tingkat kecemasan yang lebih rendah. Sebaliknya, harga diri yang rendah dan penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memperburuk gejala kecemasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gangguan kecemasan pada Generasi Z merupakan fenomena multidimensional yang memerlukan pendekatan holistik dalam pencegahan dan intervensi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga dalam pengembangan strategi kesehatan mental yang efektif bagi generasi muda.