This Author published in this journals
All Journal JESASI
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EDUKASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) BAGI MASYARAKAT DESA TOMBANG DALAM MENINGKATKAN KESADARAN KERJA AMAN Moh. Rafli Panjili; Abdul Rabbi Arrasul; Nurdian Indah Pratiwi; Riski Molumu; Muhammad Rizky Yambon; Moh. Azis Aminullah
JESASI (JURNAL EDUKASI, SAINS, DAN INOVASI) Vol. 3 No. 1 (2026): JESASI (Jurnal Edukasi, Sains, dan Inovasi) edisi April 2026
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/jesasi.v3i1.32

Abstract

Kegiatan edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku kerja aman, khususnya pada sektor pekerjaan berisiko di pedesaan. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat Desa Tombang adalah rendahnya pemahaman mengenai penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) serta kurangnya penerapan prosedur kerja yang aman dalam aktivitas sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku kerja aman masyarakat melalui edukasi K3 berbasis partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi tahapan observasi awal, sosialisasi program, penyuluhan, diskusi interaktif, serta praktik langsung penggunaan APD dan simulasi identifikasi bahaya kerja. Sasaran kegiatan adalah masyarakat Desa Tombang, khususnya yang bekerja di sektor perkebunan dan pekerjaan lapangan dengan tingkat risiko tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta terhadap pentingnya K3, yang ditunjukkan oleh kemampuan mayoritas peserta dalam mengenali potensi bahaya, memahami fungsi APD, serta menerapkan prosedur kerja yang lebih aman. Selain itu, terjadi perubahan sikap berupa meningkatnya kehati-hatian dalam bekerja dan kesadaran untuk melindungi diri dari risiko kecelakaan kerja. Luaran kegiatan ini berupa peningkatan kapasitas masyarakat dalam penerapan K3 serta terbentuknya perilaku kerja yang lebih aman sebagai langkah awal menuju budaya keselamatan kerja di lingkungan desa.