Serang, Frans Efraim
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SPOCha sebagai Teknik Analisis Strategis Gereja: Integrasi Problem Solving dan Appreciative Inquiry dalam Perencanaan Pelayanan GPM Pentury, Marcho David; Werinussa, Simon; Serang, Frans Efraim
GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 11 No. 1 (2026): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian
Publisher : Faculty of Theology Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/gema.2026.111.1519

Abstract

Abstract This article proposes SPOCha (Strength, Problem, Opportunity, Challenge) as a new strategic analysis technique for developing ministry planning in The Protestant Church in Maluku (GPM). This model is a synthesis of the Problem Solving (PS) and Appreciative Inquiry (AI) approaches, and a modification of the SWOT and SOAR models. The main critic of PS-SWOT is tendency to focus on weaknesses and threats, while AI-SOAR emphasized the positive potential but risks to ignoring the structural wounds in congregation. SPOCha developed to solve those limitations by integrating four key elements: Strength, Problem, Opportunity and Challenge in a reflective and participatory framework. This technique has been tested limitedly in GPM, and has been proven to be helpful in developing contextual and data-based ministry strategies. Therefore, this article concludes that SPOCha contributes to the development of an integrative, participatory, and theological church planning method, and can be applied in various local service contexts. AbstrakArtikel ini membahas integrasi pendekatan SWOT dan SOAR dalam perencanaan pelayanan gereja melalui model analisis strategis yang disebut SPOCha. Selama ini, kedua pendekatan tersebut sering digunakan secara terpisah dalam praktik organisasi. SWOT berangkat dari paradigma problem solving yang menekankan identifikasi kelemahan dan ancaman, sedangkan SOAR berakar pada Appreciative Inquiry yang menekankan kekuatan dan aspirasi. Pemisahan ini berpotensi mengabaikan realitas gereja yang memuat persoalan sekaligus potensi penguatan pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis kritis terhadap paradigma metodologis yang melandasi SWOT dan SOAR. Hasil analisis digunakan untuk merumuskan model integratif dalam konteks gereja. Artikel ini mengusulkan SPOCha sebagai kerangka metodologis yang menggabungkan kedua pendekatan tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi kedua paradigma, membantu menganalisis dan menginterpretasi realitas pelayanan gereja yang tidak hanya memperhatikan dimensi empiris, tetapi juga aspek etis, spiritual, dan teologis yang membentuk kehidupan dan panggilan gereja.