Salah satu bangunan air yang paling umum digunakan pada saluran terbuka adalah pintu sorong. Aliran yang melintasi pintu sorong pada umumnya mengalami percepatan disertai dengan penurunan kedalaman aliran, sehingga berpengaruh secara langsung terhadap nilai energi spesifik. Energi spesifik memiliki keterkaitan dengan tingkat efisiensi energi dalam saluran terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola aliran ketika bilangan Froude (Fr) digunakan sebagai dasar dalam analisis energi spesifik (E) pada pintu sorong. Dalam penelitian ini kondisi aliran dikatakan sebagai aliran subkritis apabila, nilai angka Froude lebih kecil dari satu (Fr < 1), dan debit divariasikan menjadi: = 270 , = 410,67 , = 468,33 , = 542,67 , dan = 620 . Variasi nilai kemiringan (I) terdiri dari =0,012, =0,025, =0,038, =0,05, = 0,062. Pada kondisi hulu pintu sorong, energi spesifik relatif lebih besar akibat meningkatnya kedalaman aliran, namun perubahan kemiringan saluran tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai energi spesifik. Sementara itu, pada kondisi hilir pintu sorong, energi spesifik cenderung lebih kecil dan relatif konstan meskipun kemiringan saluran meningkat. Secara keseluruhan, kemiringan saluran, debit aliran, dan penggunaan pintu sorong menghasilkan distribusi energi yang berbeda pada setiap segmen saluran, sehingga analisis energi spesifik menjadi parameter penting dalam perencanaan dan pengoperasian saluran terbuka.Salah satu bangunan air yang paling umum digunakan pada saluran terbuka adalah pintu sorong. Aliran yang melintasi pintu sorong pada umumnya mengalami percepatan disertai dengan penurunan kedalaman aliran, sehingga berpengaruh secara langsung terhadap nilai energi spesifik. Energi spesifik memiliki keterkaitan dengan tingkat efisiensi energi dalam saluran terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola aliran ketika bilangan Froude (Fr) digunakan sebagai dasar dalam analisis energi spesifik (E) pada pintu sorong. Dalam penelitian ini kondisi aliran dikatakan sebagai aliran subkritis apabila, nilai angka Froude lebih kecil dari satu (Fr < 1), dan debit divariasikan menjadi: = 270 , = 410,67 , = 468,33 , = 542,67 , dan = 620 . Variasi nilai kemiringan (I) terdiri dari =0,012, =0,025, =0,038, =0,05, = 0,062. Pada kondisi hulu pintu sorong, energi spesifik relatif lebih besar akibat meningkatnya kedalaman aliran, namun perubahan kemiringan saluran tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai energi spesifik. Sementara itu, pada kondisi hilir pintu sorong, energi spesifik cenderung lebih kecil dan relatif konstan meskipun kemiringan saluran meningkat. Secara keseluruhan, kemiringan saluran, debit aliran, dan penggunaan pintu sorong menghasilkan distribusi energi yang berbeda pada setiap segmen saluran, sehingga analisis energi spesifik menjadi parameter penting dalam perencanaan dan pengoperasian saluran terbuka.