Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UU ITE DAN TEROR FISIK: PERGESERAN PEMBUNGKAMAN SUARA KRITIS SEBAGAI INDIKATOR KEMUNDURAN DEMOKRASI INDONESIA Rambe, Dinda Suciana
Jurnal Ad Dustur Vol. 2 No. 2 (2026): Ad-Dustur
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena kemunduran demokrasi di Indonesia yang ditandai dengan penyempitan ruang public dan pembungkaman suara kritis. Melalui metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus jamak, penelitian ini membedah berbagai peristiwa hukum dan kekerasan yang menimpa jurnalis, aktivis dan public figure atas kritik dan pendapat terhadap kebijakan public. Analisis dilakukan dengan menggunakan pisau bedah teori Autocratic Legalism dan Extra-Legal Backsliding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelemahan demokrasi di Indonesia terjadi melalui dua jalur utama yaitu jalur legal-prosedural melalui instrument UU ITE (khususnya pasal pencemaran nama baik dan berita bohong) untuk mengkriminalisasi aktivis dan jalur extra-legal melalui normalisasi kekerasan, terror fisik, dan intimidasi digital (doxing) terhadap jurnalis dan influencer. Temuan penelitian menegaskan bahwa sinergi antara represi formal dan intimidasi informal ini menciptakan efek gentar (chilling effect) yang sistematis, yang pada gilirannya mengakibatkan kematian substansi kebebasan sipil. Demokrasi Indonesia bergeser dari demokrasi substansial menuju demokrasi procedural yang opresif, dimana hukum tidak lagi berfungsi sebagi pelindung warga, melainkan sebagai alat konsolidasi kekuasaan.
Exploring Islamic Values in a Bataknese Song “Onang-Onang": A Semantics Analysis Rambe, Dinda Suciana; Siregar, Romadhonna; Harahap, Rabiyatul Adawiyah
Sunan Kalijaga: International Journal of Islamic Civilization Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/gc61m257

Abstract

"Onang-onang" is a song that was part of key pagan rituals in the cultural practices of the Angkola and Mandailing tribes, practices which once conflicted with Islam. Despite this historical background, it is intriguing to learn that this song, to some extent, shares values rooted in Islam. Using semantic analysis, this research aims to explore how Islamic values are reflected in "Onang-onang." This qualitative study, conducted through detailed descriptive content analysis, examines how Islamic principles are incorporated into the song. The research found that the Islamic values embodied within "Onang-onang" can be classified into four categories: (1) divinity, through prayers and praise to God; (2) compassion, through parent-child relations; (3) wisdom, through expressions of gratitude; and (4) social solidarity. The lyrics also contain explicit Islamic expressions, such as bismillah and alhamdulillah. Furthermore, it is conveyed that figures such as Bolon, mora, kahanggi, anak boru, raja panusunan, raja torbing blok, naposo nauli bulung, and namora pule would have a blessed future if they were willing to learn from previous experiences.