Adeline Zabrina Kurniawan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

a Adeline Zabrina Kurniawan; Selfiyan, Selfiyan
Global Accounting Vol. 5 No. 1 (2026): Global Accounting : Jurnal Akuntansi
Publisher : Fakultas Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pajak menempati posisi fundamental sebagai instrumen fiskal primer dalam struktur penerimaan negara, namun persistensi praktik tax avoidance tetap menjadi strategi krusial bagi korporasi untuk mereduksi liabilitas pajak melalui kerangka legal. Fenomena ini turut menggejala pada sektor infrastruktur yang memegang peranan strategis dalam stabilitas ekonomi nasional. Penelitian ini diorientasikan untuk membedah pengaruh Liquidity, Good Corporate Governance (GCG), Sales Growth, dan Leverage terhadap intensitas Tax Avoidance pada emiten infrastruktur di Bursa Efek Indonesia rentang periode 2021–2023. Mengadopsi pendekatan kuantitatif, kajian ini mengeksploitasi data sekunder berupa laporan keuangan tahunan auditan yang bersumber dari pangkalan data resmi otoritas bursa. Melalui prosedur purposive sampling, diperoleh 54 observasi yang selanjutnya dieksekusi menggunakan model regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Temuan empiris mengonfirmasi bahwa variabel Liquidity memberikan impak signifikan terhadap perilaku Tax Avoidance (t = 2,059; sig = 0,045), yang selaras dengan pengaruh signifikan dari mekanisme pengawasan Komite Audit (t = 3,548; sig = 0,001). Sebaliknya, determinasi dari variabel Kepemilikan Institusional (sig = 0,934), Komisaris Independen (sig = 0,828), Sales Growth (sig = 0,327), dan Leverage (sig = 0,893) terdeteksi tidak memiliki pengaruh nyata secara parsial. Namun, secara simultan, konstelasi seluruh variabel independen tersebut terbukti mendeterminasi kebijakan Tax Avoidance korporasi (F = 3,200; sig = 0,010) dengan daya prediksi model (adjusted R²) sebesar 19,9%. Konklusi studi ini menegaskan bahwa posisi likuiditas dan integritas komite audit merupakan faktor determinan utama yang mengarahkan skema penghindaran pajak di industri infrastruktur.