Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Kebijakan Dividen, Kebijakan Hutang, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan: Studi Empiris pada Sektor Energi di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019–2024 Kantu, Rega; Hamin, Dewi indrayani; Dungga, Meriyana Franssisca
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan dividen, kebijakan hutang, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2024. Sektor energi memiliki karakteristik yang sensitif terhadap fluktuasi harga komoditas global dan kondisi geopolitik, sehingga memengaruhi stabilitas kinerja keuangan dan persepsi investor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan yang diperoleh dari website resmi Bursa Efek Indonesia. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sebanyak 13 perusahaan dengan total 78 data observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen yang diproksikan dengan Dividend Payout Ratio (DPR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan kebijakan hutang yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sementara itu, profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Equity (ROE) tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Secara simultan, kebijakan dividen, kebijakan hutang, dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa investor lebih mempertimbangkan stabilitas arus kas dan kebijakan keuangan perusahaan dibandingkan tingkat laba dalam menilai perusahaan sektor energi.