Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Penerapan Green Accounting Dan Kinerja Keuangan Pada Keberlanjutan Lingkungan Umkm Sektor Makanan Tradisional Di Kab Karawang Studi Kasus: Umkm Desa Jatiragas Sabina, Amelia Rahma; Nasihin, Ihsan; Fatihah, Dhea Imroatul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8262

Abstract

Globalisasi dan meningkatnya kesadaran lingkungan mendorong pergeseran praktik akuntansi yang semula hanya berfokus pada aspek keuangan, kini mulai diintegrasikan dengan pengelolaan dampak lingkungan melalui konsep akuntansi hijau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akuntansi hijau, kinerja keuangan, serta keterkaitannya dengan keberlanjutan lingkungan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) makanan tradisional di Desa Jatiragas, Kabupaten Karawang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi terhadap 10 pelaku usaha yang dipilih secara purposif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konseptual pelaku UMKM terhadap akuntansi hijau masih terbatas, dan pencatatan biaya lingkungan belum dilakukan secara sistematis maupun dipisahkan dalam laporan keuangan sesuai standar yang berlaku. Meskipun demikian, dalam praktiknya prinsip-prinsip akuntansi hijau telah diterapkan secara sederhana, seperti pengolahan limbah organik menjadi pakan atau pupuk, serta pemanfaatan kembali limbah anorganik yang bahkan dapat menambah pendapatan usaha. Ditemukan pula bahwa akuntansi hijau berperan meningkatkan kinerja keuangan melalui pengendalian biaya operasional, efisiensi pemanfaatan sumber daya, dan peningkatan daya tarik usaha di mata konsumen. Sebaliknya, kinerja keuangan yang baik juga menjadi faktor pendukung utama, karena kondisi keuangan yang stabil memungkinkan pelaku usaha mengalokasikan dana untuk pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.Permasalahan utama yang ditemukan bukanlah kurangnya kepedulian lingkungan, melainkan rendahnya literasi akuntansi dan keterbatasan pengetahuan dalam menyusun pencatatan yang terstruktur. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan berkelanjutan dan pelatihan praktis agar penerapan akuntansi hijau dapat dijalankan dengan baik, sehingga memberikan manfaat ganda baik bagi kelangsungan usaha maupun pelestarian lingkungan.