Siburian, Tesalonika Talita
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN SOSIAL-EMOSIONAL DENGAN TEMAN SEBAYA MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL DI SDN SUMBERSARI III MALANG Siburian, Tesalonika Talita; Paiman, Teresa Naomi Satriani; Farahindana, Yasmin; Ahmad, Zacky Fansuri
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v5i2.8948

Abstract

Kemampuan sosial-emosional merupakan aspek penting dalam perkembangan siswa sekolah dasar, namun pada prakteknya masih ditemukan siswa yang kurang percaya diri, cenderung berkelompok secara eksklusif, dan minim interaksi dengan teman sebaya. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya stimulasi kemampuan sosial-emosional melalui kegiatan yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan sosial-emosional siswa kelas 6 SDN Sumbersari III Malang melalui permainan tradisional Ular-Naga dan Kucing - kucingan yang dipadukan dengan pemberian psikoedukasi. Kegiatan diikuti oleh 21 siswa dan dilaksanakan dalam periode satu hari. Metode pelaksanaan meliputi ceramah dan tanya jawab, praktik permainan tradisional Ular Naga dan Kucing-kucingan, serta pengukuran menggunakan pre-test dan post-test berdasarkan kerangka CASEL dengan lima dimensi kompetensi sosial-emosional. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan sosial-emosional siswa pada aspek kerja sama, komunikasi, empati, sportivitas, pengendalian emosi, dan kepercayaan diri. Peningkatan tersebut dinilai dari adanya peningkatan hasil post-test dipadukan dengan observasi. Dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional yang dipadukan dengan psikoedukasi memberikan dampak positif awal terhadap pengembangan kemampuan sosial-emosional siswa sekolah dasar. Meskipun demikian, kegiatan ini masih bersifat eksploratif sehingga diperlukan pengembangan lanjutan dengan durasi lebih panjang, instrumen tervalidasi, dan cakupan peserta yang lebih luas.