Penelitian terdahulu terkait kualitas air tanah di Kota Gorontalo, umumnya masih bersifat lokal, deskriptif, tanpa mengaitkannya dengan unit geomorfologi Kota Gorontalo. Oleh karena itu, makalah ini bertujuan untuk mengaitkan karakteristik kualitas air tanah dengan unit geomorfologi menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data kualitas air tanah yang digunakan adalah sifat fisik-kimia berupa Total Zat Padat Terlarut/TDS, Daya Hantar Listrik/DHL, warna, bau, rasa dan pH. Data diperoleh dari 63 titik sumur gali, sedangkan unit geomorfologi hasil interpretasi DEMNAS dan observasi lapangan. Semua parameter direklasifikasi berdasarkan standar baku mutu air minum dan digabungkan secara spasial untuk menghasilkan peta kualitas air tanah Kota Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan nilai TDS >300 mg/L dan DHL >750 µS/cm ditemukan pada satuan perbukitan intrusi, piroklastik, karst, dataran danau, dan pantai. Sebaliknya, nilai TDS dan DHL yang sesuai standar ditemukan pada dataran aluvial dan banjir. Nilai pH >8,5 diidentifikasi pada dataran pantai dan beberapa titik lokal di dataran aluvial. Peta kualitas air tanah menunjukkan gradasi dari zona air tanah layak menuju zona air tanah cukup layak dan zona air tanah tidak layak sejalan dengan perubahan unit geomorfologi. Air tanah dengan kualitas terbaik terkonsentrasi pada unit geomorfologi dataran aluvial dan banjir di bagian utara dan timur Kota Gorontalo, yang termasuk dalam kategori layak. Secara keseluruhan, penelitian kualitas air tanah di Kota Gorontalo dipengaruhi oleh kombinasi kondisi geomorfologi, interaksi air dengan batuan sekitar, serta keterbatasan pengimbuhan lokal. Pendekatan integrasi berbasis SIG ini dapat diterapkan di kota-kota tropis lainnya sebagai dasar perencanaan konservasi zona resapan dan pengendalian pencemaran air tanah.