Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi reaksi dan hasil belajar siswa ketika Minecraft Education digunakan sebagai metode pembelajaran PAI di SMPN 2 Gempol, Pasuruan. Metode campuran dengan model Sequential Exploratory, yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, digunakan dalam penelitian ini. Pretest dan posttest digunakan untuk mendapatkan data kuantitatif, sedangkan wawancara, observasi, dan kuesioner digunakan untuk mendapatkan data kualitatif. Studi ini dilakukan pada siswa SMPN 2 Gempol kelas IX yang dipilih secara acak sebagai kelas eksperimen dan kontrol. Kelas eksperimen menggunakan Minecraft Education untuk mengajar, sedangkan kelas kontrol menggunakan pendekatan ceramah dengan PPT. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai posttest kelas eksperimen rata-rata lebih tinggi (76,53) daripada kelas kontrol (64,15). hipotesis Uji T pada posttest juga menunjukkan, thitung = 5,161 dan ttabel = 1,995, yang artinya bahwa thitung lebih besar dari ttabel dan hipotesis diterima. Ini menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan antara kedua kelas. Selain itu, hasil kuesioner menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik merespon positif terhadap penggunaan Minecraft Education dalam pembelajaran PAI, dengan 70% siswa sangat antusias dan 27% antusias. Hanya 3% siswa yang kurang antusias. Temuan ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran Minecraft Education efektif dalam meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Studi ini menemukan bahwa menggunakan Minecraft Education dalam pembelajaran PAI dapat meningkatkan hasil belajar dan respons siswa secara signifikan. Dengan menggunakan pendekatan ini, pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif. Akibatnya, siswa lebih mudah memahami ide-ide yang diajarkan dan lebih terlibat dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, pembelajaran Minecraft dapat digunakan sebagai alternatif yang berguna untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SMPN 2 Gempol.