cahyono, henoch
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MODEL ENTREPRENEURSHIP RASUL PAULUS BAGI HAMBA-HAMBA TUHAN GEREJA SIDANG JEMAAT PENTAKOSTA DI INDONESIA WILAYAH SURABAYA DAN MOJOKERTO cahyono, henoch
FILADELFIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 7, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Imauel Pacet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55772/filadelfia.v7i1.265

Abstract

Sebagai hamba Tuhan dituntut dedikasi yang tinggi tanpa memperhitungkan untung rugi dalam melayani Tuhan. Dalam melakukan penggembalaan secara finansial tidak bisa disamakan dengan orang yang bekerja secara sekuler atau berwiraswasta. Terkadang harus diperhadapkan dengan kekurangan secara finansial dalam memenuhi kebutuhan keluarga maupun gereja. Khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gerejawi yakni persekutuan, penginjilan, pengajaran maupun pelayanan kasih.Dalam penelitian ini, penulis ingin memaparkan secara deskripstif bahwa panggilan sebagai Hamba Tuhan tidak menjadi penghalang untuk berkarya dalam berentrepreneurship. Keberadaan jemaat dan keluarga dapat menjadi acuan dalam berentrepreneurship. Terlebih lagi Paulus sebagai penginjil, guru dan juga gembala tetap melakuan entrepreneurship yakni membuat Tenda. Dalam pengertiannya entrepreneurship atau wirausaha adalah orang yang melakukan suatu usaha atau menciptakan hal-hal yang baru dan mempunyai nilai yang bermanfaat bagi orang lain. Berentrepreneurship memiliki konsep dasar yakni adanya kreatifitas dan inovasi dalam mengembangkan usaha dengan memiliki skill ataupun keahlian serta mental seorang pengusaha. Demikian juga dalam entrepreneurship model Paulus. Bagi Paulus berentrepreneurship dapat digunakan sebagai penyokong misi, tidak menjadi beban, bahkan dapat menjadi teladan dan sebagai sarana pendekatan. Dalam penelitian ini penulis mencoba memberikan Model Entrepreneurship Rasul Paulus bagi Hamba Hamba Tuhan GSJPDI wilayah Surabaya dan Mojokerto. Diharapkan bisa menjadi solusi maupun pertimbangan untuk mengatasi masalah masalah financial keluarga maupun kebutuhan gereja. Peneliti menggunakan metode kualitatif model Spradley dengan memaparkan analisa domain, taksomoni, komponensial dan tema kultura. Peneliti melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap tujuh orang informan sebagai hamba Tuhan atau gembala jemaat yang melakukan entrepreneurship berhasil dalam pelayanan dan entrepreneurship. Menghasilkan suatu kesimpulan bahwa berentrepreneurship tidak menjadi penghalang dalam memenuhi panggilan sebagai gembala. Bahkan dengan berentreprenurship dapat mendukung misi GSJPDI maupun persekutuan-persekutuan Kristen lainnya. Entrepreneurship tidak membebani jemaat dalam rangka memenuhi kebutuhan keluarga gembala maupun kebutuhan gerejawi. Bahkan dengan demikian dapat menjadi teladan dan juga lebih mudah dalam mendekati orang lain untuk misi ataupun menunjukkan terang Kristus.