This study addresses the growing need to integrate digital literacy within the Outcome-Based Education (OBE) framework in Indonesian language learning under the Merdeka Curriculum. The research aims to synthesize empirical evidence on the implementation of digital literacy, its impact on learning outcomes, and the challenges encountered in practice. A narrative review approach was employed by analyzing 11 empirical studies published between 2022 and 2025. The findings reveal three dominant integration patterns: authentic assessment, project-based learning (PBL), and competency-aligned curriculum tools. These approaches contribute to improved student engagement, higher-quality learning outputs, and the development of critical thinking, collaboration, and communication skills. However, the effectiveness of integration is strongly influenced by teacher digital competence, alignment between learning outcomes and assessment practices, and the availability of digital infrastructure. Key challenges include limited teacher readiness, assessment misalignment, and unequal access to technology. This study concludes that successful integration requires coherent outcome-based instructional design supported by pedagogical capacity and institutional readiness, rather than mere technological adoption. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengintegrasikan literasi digital dalam kerangka Outcome-Based Education (OBE) pada pembelajaran Bahasa Indonesia di bawah Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bukti empiris mengenai implementasi literasi digital, dampaknya terhadap hasil belajar, serta tantangan yang dihadapi dalam praktik. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan menganalisis 11 studi empiris yang dipublikasikan pada tahun 2022 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola integrasi utama, yaitu penilaian autentik, pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PBL), dan perangkat kurikulum yang selaras dengan kompetensi. Pendekatan ini berkontribusi terhadap peningkatan keterlibatan siswa, kualitas hasil belajar, serta pengembangan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi. Namun, efektivitas integrasi sangat dipengaruhi oleh kompetensi digital guru, keselarasan antara capaian pembelajaran dan penilaian, serta ketersediaan infrastruktur digital. Tantangan utama meliputi kesiapan guru yang terbatas, ketidaksesuaian penilaian, dan kesenjangan akses teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi yang efektif memerlukan desain pembelajaran berbasis luaran yang koheren serta didukung oleh kapasitas pedagogis dan kesiapan institusional, bukan sekadar adopsi teknologi.