Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya permasalahan kedisiplinan siswa di lingkungan sekolah yang belum sepenuhnya dapat diatasi melalui pendekatan aturan dan sanksi. Di sisi lain, pembiasaan ibadah, khususnya shalat berjamaah, belum banyak dikaji secara mendalam sebagai strategi pembentukan kedisiplinan yang bersifat internal dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembiasaan shalat berjamaah serta menganalisis perannya dalam membentuk kedisiplinan siswa di SMAN 1 Kencong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan shalat berjamaah dilaksanakan secara rutin pada waktu istirahat kedua dengan melibatkan guru dan siswa secara aktif. Kegiatan ini tidak hanya berjalan tertib, tetapi juga mampu menumbuhkan kedisiplinan siswa dalam aspek ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, serta tanggung jawab dalam menjalankan kewajiban. Faktor pendukung utama meliputi penjadwalan yang konsisten, keterlibatan guru, serta sistem pengawasan berbasis absensi, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas dan rendahnya kesadaran sebagian siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan pembiasaan shalat berjamaah sebagai strategi pembentukan kedisiplinan yang tidak hanya bersifat eksternal, tetapi juga membangun kesadaran internal siswa melalui praktik keagamaan yang terstruktur.