Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa dalam memahami konsep pecahan di kelas III SD Swasta Nurul Qomar Percut Sei Tuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru kelas dan sepuluh siswa kelas III. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa dalam memahami konsep pecahan muncul pada beberapa aspek, yaitu memahami pecahan sebagai bagian dari keseluruhan, membedakan pembilang dan penyebut, merepresentasikan pecahan dalam bentuk gambar, serta membandingkan pecahan sederhana. Beberapa siswa masih memandang pecahan sebagai dua angka yang terpisah sehingga belum memahami hubungan antara bagian yang diambil dan keseluruhan bagian. Respons siswa selama pembelajaran juga menunjukkan bahwa siswa yang mengalami kesulitan cenderung pasif, ragu-ragu, dan membutuhkan bimbingan langsung dari guru. Faktor yang memengaruhi kesulitan siswa antara lain keterbatasan penggunaan media konkret, pembelajaran yang masih berpusat pada penjelasan guru, serta kurangnya pemahaman konsep dasar. Upaya guru dalam mengatasi kesulitan tersebut dilakukan melalui penjelasan ulang, penggunaan contoh konkret, pemberian latihan bertahap, bimbingan individual, dan motivasi belajar. Dengan demikian, pembelajaran pecahan perlu dirancang lebih konkret, visual, dan interaktif agar siswa dapat memahami konsep pecahan secara bermakna.