Muhammad Imam Syafi’i
Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementation of Islamic Religious Education Values in Preventing Bullying Behavior at SMP Negeri 2 Sangatta Utara Safitri Safitri; Anjani Putri Belawati Pandiangan; Muhammad Imam Syafi’i
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2025): Juli: Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alfihris.v3i3.1604

Abstract

Perilaku bullying terus berkembang di lingkungan sekolah dan berdampak negatif terhadap perkembangan mental, emosional, dan sosial siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan yang sistematis dan berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam mencegah perilaku bullying dan faktor-faktor yang memengaruhinya di SMP Negeri 2 Sangatta Utara. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dan dilakukan langsung di lapangan. Informan penelitian terdiri dari guru Pendidikan Agama Islam (PAI), guru Bimbingan dan Konseling (BK), dan siswa. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikannya, dan kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dilakukan melalui penanaman sikap religius, pengajian berjamaah Al-Qur'an, dan keteladanan guru dalam hal akhlak dan ibadah. Faktor-faktor yang memengaruhi implementasi nilai-nilai tersebut meliputi faktor internal (kesadaran diri), faktor lingkungan keluarga, dan faktor interaksi sosial. Penerapan nilai-nilai Islam terbukti berperan penting dalam membentuk karakter siswa agar menghargai orang lain dan menolak perilaku bullying.
Pengaruh Media Matching Word Game Terhadap Keaktifan Belajar Bahasa Indonesia Di Kelas V SD Muhammadiyah Sangatta Utara A. Dia Mandasari; Tri Velyna; Muhammad Imam Syafi’i
Global Education Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.1799

Abstract

This study was conducted in response to the low level of student engagement in Indonesian language learning. It aimed to examine the difference in student engagement before and after the implementation of the Matching Word Game learning media in the experimental group, the difference in student engagement before and after instruction without the Matching Word Game learning media in the control group, and the difference in student engagement between the experimental group, which received instruction using the Matching Word Game learning media, and the control group, which received conventional instruction without the media. This study employed a quantitative approach using an experimental method with a Non-Equivalent Control Group Design. The participants consisted of 25 fifth-grade students from Class VC as the experimental group and 24 fifth-grade students from Class VB as the control group. Data were collected through observation, questionnaires, and documentation, and analyzed using descriptive and inferential statistics. Since the data were not normally distributed, the hypotheses were tested using the Wilcoxon Signed-Rank Test and the Mann–Whitney U Test with the assistance of SPSS version 27. The findings revealed a significant improvement in student engagement in Indonesian language learning among students in the experimental group after the implementation of the Matching Word Game learning media, whereas no significant difference was found in the control group. Furthermore, a significant difference in student engagement was observed between the experimental and control groups. These findings indicate that the Matching Word Game learning media is effective in enhancing student engagement in Indonesian language learning among fifth-grade elementary school students.