SMKN 1 Lubuklinggau menggunakan dua penyedia layanan internet (ISP), yaitu Indihome dan Iconnet, untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di laboratorium komputer. Namun, jaringan sering mengalami kendala seperti gangguan koneksi pada salah satu ISP dan pembebanan trafik yang tidak seimbang, sehingga memengaruhi stabilitas dan ketersediaan akses internet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan metode Unequal Load Balance pada jaringan SMKN 1 Lubuklinggau guna mengoptimalkan penggunaan bandwidth dua ISP yang berbeda kapasitas, meningkatkan redundansi, dan menjaga kualitas layanan jaringan. Penelitian menggunakan metode Network Development Life Cycle (NDLC) yang meliputi tahap analisis, perancangan, simulasi, implementasi, pemantauan, dan manajemen. Implementasi dilakukan dengan konfigurasi router Mikrotik RB750 untuk membagi beban trafik secara proporsional berdasarkan bandwidth masing-masing ISP (35 Mbps Iconnet dan 20 Mbps Indihome), dilengkapi mekanisme failover. Hasil implementasi menunjukkan bahwa metode Unequal Load Balance berhasil mendistribusikan trafik secara seimbang antara kedua ISP. Mekanisme failover dapat beralih ke ISP cadangan dalam waktu 47 detik jika salah satu ISP mengalami gangguan. Quality of Service (QoS) sebelum dan setelah implementasi tetap stabil, dengan parameter throughput, packet loss (0%), delay (0.77 ms), dan jitter (0.341–0.342 ms) yang tidak mengalami penurunan signifikan. Implementasi Unequal Load Balance berhasil meningkatkan keandalan dan ketersediaan jaringan di SMKN 1 Lubuklinggau. Metode ini dapat menjadi solusi efektif untuk institusi pendidikan yang mengandalkan multi-ISP dengan kapasitas berbeda, tanpa mengorbankan kualitas layanan. Penelitian ini juga menyediakan konfigurasi praktis yang dapat direplikasi pada lingkungan jaringan sejenis.