Berpikir kritis adalah keterampilan kognitif yang harus dicapai oleh seorang mahasiswa di pendidikan tinggi. Dengan memiliki pemikiran kritis, terutama di kelas bahasa, seorang mahasiswa harus memahami bahasa serta pesan yang dibawanya untuk dikomunikasikan dengan fasih dan hal tersebut akan menjadi aset yang baik untuk masa depan mereka, terutama untuk menghadapi dunia kerja. Untuk menumbuhkembangkan pemikiran kritis mahasiswa, seorang guru diharuskan untuk memberi mereka pertanyaan yang cukup rumit dengan teknik bertanya yang cocok. Bertanya dengan teknik yang sesuai adalah cara yang baik untuk memicu pemikiran kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan berfokus pada guru pribumi yang mengenyam pendidikan diluar negeri sebagai subjek. Guru tersebut dipilih karena, berdasarkan teori, di luar negeri telah merasakan lingkungan berpikir kritis yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pertanyaan dan teknik bertanya yang digunakan oleh guru untuk memicu pemikiran kritis mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan pertanyaan kognitif tingkat tinggi yaitu analisis (25, 3%), sintesis (21%) dan evaluasi (20, 3%). Kemudian teknik bertanya yang digunakan guru sebagian besar adalah penguraian (25%). Dapat disimpulkan bahwa guru dapat menumbuhkan pemikiran kritis mahasiswa dengan memberikan teknik tingkat tinggi dan pertanyaan dengan tingkat kognitif yang tinggi.
Copyrights © 2019