Berpikir kritis merupakan keterampilan yang akhir- akhir ini banyak diperbincangkan dalam dunia pendidikan. Asosiasi Sekolah Tinggi di Amerika, bahkan telah memilih berpikir kritis sebagai salah satu dari 6 keterampilan yang harus diperoleh mahasiswa selama menempuh pendidkan sarjana. Berpikir kritis adalah berpikir secara rasional dalam menilai sesuatu sebagai dasar dalam pengambilan keputusan atau tindakan. Keterampilan Berpikir kritis tidak datang dengan sendirinya atau secara kebetulan sebagai hasil belajar, tetapi perlu adanya kesengajaan dengan memberi latihan atau menciptakan kondisi yang dapat mengembangkan keterampilan tersebut dalam proses pembelajaran. Beberapa strategi yang dapat dilakukan guru di antaranya adalah 1) menciptakan suasana yang menantang selama proses pembelajaran, hal ini dapat dilakukan ddengan menggunakan metode pembelajaran seperti diskusi, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis projek dan metode pembelajaran inovatif lainnya. 2) Menciptakan dan mendorong terjadinya interaksi diantara siswa selama proses pembelajaran, hal ini berarti bahwa berpikir kritis melibatkan proses sosial. Kondisi ini dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan kolaboratif selama proses pembelajaran. 3)Melatih siswa untuk menulis, membuat tulisan dapat dijadikan sarana untuk mengembangkan proses berpikir. Membuat tulisan misalnya dilakukan dengan melatih siswa membuat rangkuman atau membuat peta konsep. Implementasi Kurukulum 13 (K13) yang terdiri dari 5M sangat mendukung untuk berkembangnya kemampuan berpikir kritis siswa,
Copyrights © 2019