Tujuan dari penelitian ini adalah pemanfaatan limbah styrofoam untuk pembuatan beton ringan yang akan dilakukan pengujian kuat tekan yang pada benda uji selinder sebanyak 24 benda uji, dengan Faktor Air Semen (FAS) yang digunakan adalah 0,65. Penelitian ini menggunakan limbah styrofoam berasal dari sampah-sampah toko di kota Bireuen dengan ukuranlolos ayakan 4,75 mm dan di substitusikan dengan pasir. Adapun komposisi subtitusi campuran styrofoam adalah 0%, 60%, 80% dan 100% dari volume pasir. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan beton dengan komposisi 0%, 60%, 80% dan 100%, diperoleh kuat tekan karateristik (σ'bk) sebesar 22.08 MPa, 10,54MPa, 7,57 Mpa dan 5,27 MPa. Bila dibandingkan antara hasil eksperimen dengan batasan referensi dari berat jenis beton ringan maka sampel beton subtitusi styrofoam 60%, 80% dan 100% yang telah diuji tersebut memenuhi persyaratan sebagai beton ringan untuk struktur ringan dimana kisaran beton ringan sesuai referensi adalah 800 – 1400 kg/m³. Dari segi kekuatan tekan, beton subtitusi styrofoam60% dan 80% yang telah diuji memenuhi batasan minimal kuat tekan beton ringan untuk struktur ringan, dimana penggunaanya sebagai dinding pemikul beban. Pada referensi disyaratkan kuat tekan beton ringan untuk struktur ringan adalah 7 - 17 MPa, sedangkan hasil pengujian diperoleh 10.54 Mpa untuk subtitusi styrofoam 60% dan untuk subtitusi styrofoam 80% diperoleh 7.57 Mpa. Sedangkan beton subtitusi styrofoam100% diperoleh nilai kuat tekan 5.27 Mpa dimana penggunaannya pada daerah non struktur seperti dinding partisi, kanopi dan lain-lain.
Copyrights © 2018