Deirdre Breakenridge mendefinisikan cyber branding sebagai sebuah kesempatan untuk membentuk kesadaran akan sebuah merek secara online. Bermula di tahun 2010 sebagai perusahaan transportasi roda dua melalui panggilan telepon, Go-Jek kini telah tumbuh menjadi on-demand mobile platform dan aplikasi terdepan yang menyediakan berbagai layanan lengkap mulai dari transportasi, logistik, pembayaran, layan-antar makanan, dan berbagai layanan on-demand lainnnya. Keputusan untuk memasuki bisnis online membuat Go-Jek dikenal oleh masyarakat sebagai penyedia jasa transportasi ojek online. Popularitas Go-Jek kini telah membawa jasa transportasi online menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya di Ibukota DKI Jakarta. Penelitian ini akan membahas mengenai pengaruh cyber branding terhadap brand awareness Go-Jek. Penelitian ini dilakukan untuk melihat seberapa besar pengaruh cyber branding yang dilakukan oleh Go-Jek terhadap pembentukan brand awareness perusahaan teknologi tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif positivistik sederhana dengan jenis survei eksplanatif, yang menggunakan teknik quota sampling pada populasi pengguna Go-Jek di Jakarta. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Normalitas, Uji Linieritas, Uji Koefisien Korelasi, Uji Koefisien Determinasi, Uji Regresi Linier Sederhana, dan Uji T. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cyber branding memiliki pengaruh signifikan terhadap brand awareness Go-Jek.
Copyrights © 2017