Film adalah media dalam penyampaian sebuah pesan. Kekuatan dan kemampuan film menjangkau segmen sosial, lantas membuat para ahli berpendapat bahwa film memiliki potensi untuk mempengaruhi khalayak. Film produksi Satu Lensa pada tahun 2015 yang berjudul “Salam dari Anak-anak Tergenang” termasuk salah satu film yang memiliki potensi untuk mempengaruhi khalayak. Film ini memiliki representasi counter hegemoni. Counter hegemoni menjadi bagian penting dalam pemikiran kajian budaya karena hal ini menunjukan bahwa khalayak tidak selamanya diam dan menurut. Dengan kata lain, sebagai anggota khalayak, tidak bodoh dan submasif. Dalam menganalisis hasil representasi counter hegemoni yang terdapat pada film ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian Semiotika Umberto Eco dengan empat batas-batas politisnya. Dari tujuh belas scene, penulis menemukan enam scene yang memiliki representasi counter hegemoni.
Copyrights © 2018