Pernikahan dini di lingkungan remaja cenderung berdampak negatif baik dari segi sosial ekonomi, mental/psikologis, fisik, terutama bagi kesehatan reproduksi sang remaja tersebut. Dampak dari pernikahan usia dini terhadap kesehatan reproduksi salah satunya yaitu perempuan usia 15-19 tahun memiliki kemungkinan dua kali lebih besar meninggal saat melahirkan dibandingkan yang berusia 20-25 tahun, sedangkan usia di bawah 15 tahun kemungkinan meninggal bisa lima kali. Perempuan muda yang sedang hamil, berdasarkan penelitian akan mengalami beberapa hal, seperti akan mengalami pendarahan, keguguran, dan persalinan yang lama atau sulit, selain itu dapat mengakibatkan kekerasan dalam rumah tangga, pertengkaran dan perceraian.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengeskplorasi secara mendalam tentang budaya pernikahan usia dini. Pengalaman tersebut bersifat individual karena sebagian perempuan enggan untuk berbicara tentang ehidupan pribadi mereka sendiri sehingga perlu penggalian secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi faktor pernikahan dini di lingkungan gernas adalah sosial budaya dimana masih ditemukanya praktik-praktik perjodohan anak ada adanya pemahaman-pemahaman lama tentang pernikahan contohnya penutup malu (passampo siri).
Copyrights © 2016