Keanekaragaman suku bangsa serta budaya Indonesia sendiri terbentuk melalui sebuah proses seperti, kedatangan imigran asing yang datang ke Nusantara dan kemudian menetap. Seperti apa jadinya pribadi kita sangat dipengaruhi oleh enkulturasi. Masjid bukanlah sebuah karya budaya yang mati, ia hidup, tumbuh dan berkembang secara dinamis; seiring dengan tumbuh dan berkembangnya masyarakat itu sendiri. Berdasarkan penelusuran penulis, ada 20 bentuk atap tumpang pada masjid dari 22 masjid di Kabupaten Konawe Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengkaji unsur budaya apa saja yang mempengaruhi bentuk atap masjid dan bagaimana bentuk dari akulturasi budaya-budaya tersebut pada masjid-masjid di Kabupaten Konawe Selatan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karya arsitektur sebagai bagian dari sistem kebudayaan Hindu, Islam Tasawuf, dan Eropa berakulturasi sehingga terjadi dan tertampilkan dengan baik pada bentuk-bentuk atap masjid di Kabupaten Konawe Selatan. Bentuk akulturasi dari ketiga budaya tersebut adalah bentuk atap masjid tumpang yang bertingkat dua atau tiga (budaya Hindu dan prinsip-prinsip Islam Tasawuf) yang di atas atap ditutupi dengan mustaka yang berbentuk seperti bawang (budaya Eropa). Kata kunci : budaya, akulturasi, bentuk atap masjid
Copyrights © 2016