Penelitian ini bertujuan untuk mengangkat sastra lisan Wa Ndiu-Diu yang dikhawatirkan akan mengalami kepunahan disebabkan oleh kuatnya arus globalisasi dan modernisme. Masalah yang dilihat dalam penelitian ini adalah struktur cerita sastra lisan Wa Ndiu-Diu dan hubungan serta fungsi sastra lisan tersebut dengan lingkungan alam. Permasalahan tersebut dianalisis dengan memanfaatkan teori folklore dan ekokritik, menggunakan metode kualitatif. Data terdiri dari data primer yaitu setiap kata kata, dialog, serta tindakan dan kejadian yang dialami tokoh dalam sastra lisan wandiu-diu dan data sekunder yaitu segala hal yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa cerita Wa Ndiu-Diu memiliki fungsi yang sangat signifikan pada masyarakat Buton. Fungsi tersebut adalah, pertama, fungsi pendidikan (paedagogy), fungsi pendidikan ini meliputi pendidikan terhadap anak, dan fungsi pendidikan terhadap orang tua. Kedua, fungsi kepercayaan atau mitos, dan ketiga, fungsi keseimbangan ekologi atau pelestarian alam.
Copyrights © 2016