Latar Belakang : Episiotomi adalah sebuah tindakan pemotongan/ pengguntingan perineum untuk memperbesar pembukaan vagina selama kelahiran. Tujuan Penelitian : Mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan tindakkan anestasi pada kejadian episiotomi pada ibu bersalin Di Rumah Sakit Salak Bogor periode Juni – Juli 2015.. Metode Penelitian : Metode dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan Instrument yang digunakan data sekunder. Adapun variabel yang diteliti yaitu variebel dependent adalah kejadian episiotomi di Rumah Sakit Salak Bogor periode Juni – Juli 2015, sebagai variabel independen yaitu usia, paritas, perineum, presentasi janin, dan berat badan lahir. Hasil Penelitian : Dapat di simpulkan bahwa distribusi frekuensi kejadian episiotomi dari 151 kejadian terdapat 110 kejadian episiotomi (72.8%) dengan tindakan anestasi dan 41 kejadian episiotomi ( 27.2%) tidak melakukan anestasi. Serta terdapat hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.011 dan OR 2.7 CI 95%(1.307-5.720) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara usia dengan kejadian episiotomi, hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.000 dan OR 5 CI 95%(2.366-11.334) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara paritas dengan kejadian episiotomi, hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.030 dan OR 2.8 CI 95%(1.145-4.947) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara perineum dengan kejadian episiotomi, hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.000 dan OR 4.7 CI 95%(2.186-10.107) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara presentasi janin dengan kejadian episiotomi dan hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.004 dan OR 3 CI 95%(1.484-6.537) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara berat badan lahir dengan kejadian episiotomi Kesimpulan : tindakan anestasi pada kejadian episiotomi lebih banyak dijumpai pada.pasien pada usia produktif, jumlah paritas lebih dari 1, keadaan otot perineum elastis, persentasi kepala,serta berat badan lahir normal. Saran : Diharapkan mampu meningkatkan pelayanan yang sudah baik pada pertolongan persalinan terutama pada tindakan episiotomi sebaiknya sesuai dengan indikasi.
Copyrights © 2015