Latar belakang : HIV/AIDS pertama kali ditemukan pada bulan April tahun 1987 di Bali. Pada awalnya penyebaran HIV/AIDS di Indonesia terjadi pada wanita tuna susila (WTS) beserta pelanggannya dan kaum homoseksual. Total angka kematian AIDS di Indonesia pada tahun 2008 mencapai 2 juta orang. Berdasarkan laporan yang diperoleh dari layanan klinik VCT (Voluntary Counselling and HIV Testing), sampai dengan 30 Juni 2010 kasus HIV positif kumulatif terdapat sebanyak 44.292 kasus dengan positif rata – rata 10,3%. Menurut komisi penanggulangan AIDS (KPA) Nasional (2009) penularan utama HIV di Indonesia adalah melalui alat suntik dan jarum suntik yang tidak steril 42,2%, melakukan hubungan seksual berisiko heteroseksual 48%, homoseksual 3,8% serta 6% dari faktor resiko lainnya. Sedangkan laporan Ditjen PP & PL Kemenkes RI per Desember 2010 adalah melalui heteroseksual 78,22%, IDU 16,30%, perinatal 2,49%. Hubungan seks tanpa kondom antara WTS dan kliennya merupakan cara penularan kedua di Indonesia Tujuan penelitian : Hubungan antara usia, pendidikan, status pekerjaan, lingkungan, sumber informasi dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang HIV / AIDS di PKM Kel. Gambir Periode Juli-September 2016. Metode penelitian : Penelitian ini termasuk jenis penelitian analitik, yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk menganalisa hubungan suatu fenomena yang terjadi di dalam masyarakat. (Notoatmodjo, 2010) Desain penelitian cross sectional ialah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor – faktor risiko dengan efek atau cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Artinya, tiap subjek penelitian hanya di observasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subjek pada saat pemeriksaan. (Notoatmodjo, 2010) Hasil penelitian : Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pengetahuan responden tentang HIV-AIDS mayoritas baik sebanyak 36 orang ( 60% ) dari 60 responden, berdasarkan usai reproduksi (20th-35th) sebanyak 26 orang (70.3%) (nilai p= 0.039, OR =3.075), tingkat pendidikan terbanyak adalah pada ibu tingkat pendidikan tinggi sebanyak 25 orang (75.8%) (p=0.006, OR=4.545), status pekerjaan terbanyak adalah pada ibu dengan tidak bekerja sebanyak 21 orang (75.1%) (p=0.0127, OR=3.400), sumber informasi terbanyak adalah pada ibu yang sumber informasi dari tenaga kesehatan sebanyak 21 orang (87.5%) (p=0.000, OR=9.800) Kesimpulan : Bahwa pengetahuan ibu hamil tentang HIV/AIDS memiliki hubungan dengan usia ibu, tingkat pendidikan, riwayat paritas, dan sumber informasi. Saran : meningkatkan kegiatan untuk memberikan informasi yang lebih banyak tentang HIV/AIDS walaupun sebagian ibu hamil sudah berpengetahuan baik dan diharapkan untuk menyediakan layanan tes HIV dan konseling atau disebut sebagai VCT (Voluntary Counseling and Testing) atau KTS (Konseling dan Tes HIV Sukarela) serta penapisan HIV.
Copyrights © 2016