Jurnal Ilmiah Kebidanan
Vol 2 No 6 (2016): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN

HUBUNGAN ANTARA USIA IBU, USIA KEHAMILAN, PARITAS, PEKERJAAN, PENDIDIKAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PKM GAMBIR JAKARTA PUSAT PERIODE SEPTEMBER-DESEMBER 2015

Sri Sulastri S.Si.T., M.Keb (akbid RSPAD Gatot Soebroto)



Article Info

Publish Date
12 Sep 2016

Abstract

Latar belakang : Menurut WHO (World Health Organization) kejadian anemia kehamilan berkisar antara 20% sampai 89% dengan menetapkan Hb 11 gr% sebagai dasarnya. Prevalensi ibu-ibu hamil yang mengalami defisiensi besi sekitar 35-75% ibu hamil di negara berkembang dan 18% ibu hamil di negara maju mengalami anemia. Anemia defisiensi zat besi lebih cenderung berlangsung di negara yang sedang berkembang daripada negara yang sudah maju.. Tujuan penelitian : Berdasarkan hal tersebut tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kejadian anemia pada ibu hamil di PKM Gambir Jakarta Pusat periode September-Desember 2015. Metode penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah analitik yaitu untuk mengetahui gambaran variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen). Metode penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan cross seksional. Rancangan cross seksional merupakan suatu rancangan yang melakukan pengamatan variabel-variabel dependen maupun independen yang diteliti dalam waktu bersamaan. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data adalah data sekunder sedangkan alat pengumpulan data adalah status rekam medik dan buku register yang ditinjau berdasarkan variabel independen yang terdiri dari usia ibu, paritas, tingkat pendidikan, dan status pekerjaan. dan sumber informasi variabel dependen berupa tingkat anemia yang diderita ibu hamil. Hasil penelitian : Berdasarkan hasil analisa univariat, yang ditinjau didapatkan bahwa sebagian besar ibu hamil dengan anemia berumur <20 tahun dan >30 tahun dengan jumlah 92 responden ( 68.1 % ), Sedangkan untuk umur 20 tahun-34 tahun sebanyak 43 responden ( 31.9 % ). Serta ibu hamil multipara yaitu 48 responden (35.6%), Sedangkan untuk ibu hamil primipara terdapat 87 responden (64.4%)). Untuk tingkat pendidikan terdapat 90 responden (66.7%)ibu hamil tingkat pendidikan rendah, dan tingkat pendidikan tinggi sebanyak 45 responden ( 33.3 % ). Dalam penelitian juga didapatkan ibu hamil yang berkerja dan mengalami anemia sebanyak 83 responden (61.5%) dan ibu hamil yang tidak bekerja dan mengalami anemia sebanyak 52 responden ( 38.1 % ). Pada hasil analisa bivariat didapatkan bahwa Variabel yang berhubungan bermakna dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan status pekerjaan (p value 0.016, OR = 2.4; 95%CI 1.166-5.017), usia ibu (p value 0.031 ,OR= 2.3 ;95%1.070-4.977), paritas (p value 0.030, OR=2.2 ;95%CI 1.073-4.723) dan tingkat pendidikan (p value 0.014, OR= 2.5 ;95%CI 1.197-5.534) Kesimpulan : Bahwa kejadian anemia pada ibu hamil memiliki hubungan dengan usia ibu, riwayat paritas, status pekerjaan dan tingkat pendidikan. Saran : ibu hamil yang menderita anemia diharapkan berkurang sehingga dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas serta menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi. Menambahkan jumlah tenaga kesehatan yang menjalankan program posbindu.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

jurnal_akbid_rspad

Publisher

Subject

Education Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Jurnal Ilmiah Kebidanan Akademi Kebidanan RSPAD Gatot Soebroto merupakan jurnal yang berisi tentang penelitian-penelitian dari para dosen atau staf pengajar dan para akademisi yang tertarik meneliti dan memberikan ilmu tentang kebidanann, kesehatan dan ilmu psikologi kebidanan. ...