Latar Belakang : Berdasarkan data Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2010 menyebutkan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia 31 per 1000 kelahiran hidup terus meningkat sampai tahun 2011 dan mencapai 48 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2012. Salah satu program terkini dalam proses pelaksanaan percepatan penurunan AKB adalah program Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Pelaksanaan IMD khususnya di Indonesia masih sangat rendah. Menurut Depkes RI 2003, IMD 30 menit setelah persalinan hanya 8.3%, sedangkan untuk pemberian ASI satu jam kelahirannya sebesar 29.3%. Pencapaian 6 bulan ASI eksklusif juga sangat bergantung pada keberhasilan inisiasi menyusu dini dalam satu jam pertama. Tujuan Penelitian : Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan peran tenaga kesehatan dalam pelaksanaan inisiasi menyusui dini (IMD) di kamar tindakan RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad Periode November-Desember 2013. Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik observasional dengan jenis desain Studi Penampang Analitik (analytic cross-sectional). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda dengan CI 95%. Hasil Penelitian : Hasil analisis bivariat didapat bahwa variabel pelatihan, umur, pengetahuan, sikap, pendidikan, masa kerja dan umur terdapat hubungan yang bermakna dengan kepatuhan bidan dengan p< 0,05. Sedangkan status perkawinan tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kepatuhan bidan dengan p > 0,05. Hasil penelitian menurut analisis multivariate diperoleh pelatihan (p value 0.043; OR 10.756), sikap (p value 0.042 ; OR 18.029), masa kerja (p value 0.034 ; OR 11.529) dan umur (p value 0.018 ; OR 20.192) merupakan variable yang mempengaruhi kepatuhan bidan dalam pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini. Kesimpulan : kepatuhan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan inisiasi menyusui dini di kamar tindakan RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad sudah mencapai 66%. Pada tahun berikutnya bisa lebih meningkat sehingga semua ibu yang melahirkan baik secara spontan atau abdominal melaksanakan inisiasi menyusui dini, merupakan factor pendukung keberhasilan ASI Eksklusif.
Copyrights © 2014