Air Belitung Timur, yang menjadi lokasi penelitian, menyimpan banyaktinggalan budaya, salah satunya dari masa Arkeologi Islam, yang sekian lama tak mendapat perhatian dari para peneliti lingkungan. Hal inilah yang dijadikan dasar permasalahan utama yang mencakup geologi secara umum. Oleh sebab itu, maksud penelitian ini adalah untuk melakukan pemetaan geologi permukaan secara umum sebagai salah satu upaya untuk menyajikan informasi geologi, sedangkan tujuannya adalah untuk mengetahui aspek-aspek geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi yang dikaitkan dengan keberadaan di situs-situs arkeologi wilayah penelitian. Metode penelitian diawali dengan kajian pustaka, survei, analisis, dan interpretasi data lapangan. Pengamatan lingkungan memberikan informasi tentang bentang alamnya terdiri yang dari satuan morfologi dataran, dan satuan morfologi bergelombang lemah. Sungainya berpola Dendritik, Rektangular dan Radial, berstadia Sungai Dewasa-Tua, Sungai Periodik/Permanen, dan Sungai Episodik atau Intermittent. Batuan penyusun berasal dari Formasi Kelapakampit, Formasi Tajam, Aluvial dan Endapan Pantai. Struktur geologi berupa lipatan, sesar, kekar, dan kelurusan. Eksplorasi di Belitung Timur telah menemukan 36 situs Arkeologi Islam.
Copyrights © 2019