Intan, Fadhlan Syuaib
Balai Arkeologi Sulawesi Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GEOARKEOLOGI CEKUNGAN SOA, FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR Intan, Fadhlan Syuaib
Siddhayatra Vol 23, No 1 (2018): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2790.577 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v23i1.111

Abstract

Cekungan Soa yang termasuk wilayah Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo terletak di Pulau Flores, banyak menyimpan tinggalan budaya yang antara lain berasal dari masa Paleolitik, yang selama ini belum terlalu diperhatikan oleh peneliti lingkungan, khususnya geoarkeologi. Hal inilah yang menjadi pokok permasalahan yang mencakup kondisi geologi secara umum. Adapun maksud penelitian ini adalah melakukan pemetaan geologi permukaan secara umum sebagai salah satu upaya menyajikan informasi geologi terkait dengan situs arkeologi. Tujuannya adalah untuk mengetahui aspek-aspek geomorfologi, stratigrafi di situs-situs arkeologi. Metode penelitian dilakukan melalui kajian pustaka, survei, analisis data lapangan dan interpretasi. Pengamatan lingkungan memberikan informasi tentang bentang alam daerah penelitian yang terdiri dari satuan morfologi dataran, dan satuan morfologi bergelombang lemah. Sungainya berpola aliran centripetal, berstadia Sungai Dewasa-Tua, sungai tua, Sungai Periodik/Permanen, dan Sungai Episodik/Intermittent. Batuan penyusun adalah breksi vulkanik, tufa, konglomerat, dan endapan aluvial. Struktur geologi berupa patahan dari jenis patahan normal. Eksplorasi di Cekungan Soa telah mendata 12 situs paleolitik. Dari klasifikasi petrologi, alat-alat litik terbuat dari batuan jasper, chert, andesit, dan basal. Batuan sebagai bahan baku alat litik, banyak ditemukan di Cekungan Soa dan sekitarnya, baik dalam bentuk singkapan maupun boulder. Kata kunci: geologi, plistosen, paleolitik, situs terbuka, bahan alat litikSoa Basin, which belongs to Ngada Regency and Nagekeo Regency, is located on Flores Island, with many cultural stays, among others, from the Paleolithic period, which has not been too concerned by environmental researchers, especially geoarkeology. This is the issue that covers general geological conditions. The purpose of this research is to mapping the surface geology in general as an effort to present geological information related to archeological site. The aim is to know the geomorphological, stratigraphic aspects of the archaeological sites. The research method is done through literature review, survey, field data analysis and interpretation. Environmental observations provide information on the landscape of the study area consisting of terrestrial morphology units, and weak wavy morphology units. The river is centripetal flow pattern, with the old river, mature-old river, periodic/permanent river, and episodik /intermittent river. Constituent rocks are volcanic breccias, tuffs, conglomerates, and alluvial deposits. The geological structure is a fracture of the normal fault type. Exploration in the Soa Basin has listed 12 paleolithic sites. From the classification of petrology, litik tools made of jasper, chert, andesite, and basalt rocks. Rock as a raw material litik, found in Soa Basin and surrounding areas, both in the form of outcrops and boulder. Keywords: geology, pleistocene, paleolithic, open site, lithic tools materials
EKSPLORASI GEOARKEOLOGI BELITUNG TIMUR, PROVINSI BANGKA-BELITUNG Intan, Fadhlan Syuaib
Siddhayatra Vol 24, No 1 (2019): JURNAL ARKEOLOGI SIDDHAYATRA
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3373.729 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v24i1.150

Abstract

Air Belitung Timur, yang menjadi lokasi penelitian, menyimpan banyaktinggalan budaya, salah satunya dari masa Arkeologi Islam, yang sekian lama tak mendapat perhatian dari para peneliti lingkungan. Hal inilah yang dijadikan dasar permasalahan utama yang mencakup geologi secara umum. Oleh sebab itu, maksud penelitian ini adalah untuk melakukan pemetaan geologi permukaan secara umum sebagai salah satu upaya untuk menyajikan informasi geologi, sedangkan tujuannya adalah untuk mengetahui aspek-aspek geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi yang dikaitkan dengan keberadaan di situs-situs arkeologi wilayah penelitian. Metode penelitian diawali dengan kajian pustaka, survei, analisis, dan interpretasi data lapangan. Pengamatan lingkungan memberikan informasi tentang bentang alamnya terdiri yang dari satuan morfologi dataran, dan satuan morfologi bergelombang lemah. Sungainya berpola Dendritik, Rektangular dan Radial, berstadia Sungai Dewasa-Tua, Sungai Periodik/Permanen, dan Sungai Episodik atau Intermittent. Batuan penyusun berasal dari Formasi Kelapakampit, Formasi Tajam, Aluvial dan Endapan Pantai. Struktur geologi berupa lipatan, sesar, kekar, dan kelurusan. Eksplorasi di Belitung Timur telah menemukan 36 situs Arkeologi Islam.