Kemampuan komunikasi matematis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik dan perlu menjadi fokus perhatian dalam setiap pembelajaran matematika, sebab jika peserta didik tidak dapat berkomunikasi dengan baik dalam memaknai permasalahan maupun konsep matematika maka peserta didik tidak dapat menyelesaikan masalah dengan baik. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara acak kelas. Sampel dalam penelitia ini peserta didik VIII A sebagai kelas eksperimen dan VIII B sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data adalah dengan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t. Pengujian analisis data dilakukan dengan metode Lilifors untuk uji normalitas dan uji dua varian untuk uji homogenitas. Berdasarkan hasil sehingga untuk penguji hipotesis dapat menggunakan uji-t. Dari hasil penelitian dan pembahasan perhitungan uji-t diperoleh thitung > ttabel = 2,058> 2,042, menunjukkan rata-rata kemampuan komunikasi matematis menggunakan metode Auditory Intellectualy Repetition (AIR) tidak sama dengan kemampuan komunikasi matematis menggunakan model pembelajaran konvensional. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Auditory Intellectualy Repetition (AIR) terhadap kemampuan komuikasi matematis peserta didik.
Copyrights © 2019