Data pokok industri menengah Kabupaten Bengkayang pada sektor industri formal mencapai 135 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 315 orang sedangkan untuk sektor industri non formal 170 unit usaha yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 444 orang. Namun jika dicermati dari sektor industri formal maupun non formal tersebut masih banyak potensi jenis industri yang belum tergarap secara maksimal. Kajian Strategi Pengembangan Entrepreneurship di Kabupaten Bengkayang ini dilakukan dengan dua strategis pendekatan yaitu strategi jalur pengusaha dan jalur pendidikan menengah kejuruan sebagai upaya memacu tumbuhnya para pengusaha baru.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian strategi pendekatan jalur pengusaha dijalankan dengan menggali keunggulan potensi utama daerah setiap Kecamatan berdasarkan kriteria penilaian sentra produk One Village One Product (OVOP) yang mengandung 22 aspek. Kajian strategi pengembangan entrepreneurship melalui jalur pendidikan kejuruan dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran berwawasan kewirausahaan dengan model pembelajaran Teaching Factory 3M.
Copyrights © 2018