Kesan tunagrahita sebagai pribadi yang tidak mandiri seperti terbantahkan ketika melihat keadaan kampung peduli tunagrahita yang berada di Desa Simbatan, Nguntoronadi Kab. Magetan. Tunagrahita yang banyak ditemui di Desa Simbatan dihimpun menjadi satu oleh pemerintah desa dan dinas sosial serta diberikan pelatihan pembuatan batik ciprat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi tunagrahita di Desa Simbatan dalam membuat batik ciprat. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis deskriptif kualitatif, dengan memperoleh data hasil penelitian melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyandang tunagrahita di Simbatan mampu menghasilkan karya berupa batik ciprat. Pembuatan batik dilakukan dengan cara mencipratkan malam (bahan pewarna membatik) ke kain dengan menggunakan kuas. Dipilihnya batik ciprat karena yang memungkinkan tunagrahita bisa mengerjakannya dengan mudah. Selain menghasilkan karya kain batik ciprat, karya lain yang dihasilkan berupa taplak meja dan sepatu kain dengan motif batik ciprat.
Copyrights © 2019