Selama lebih dari 20 tahun layanan VCT disediakan, cakupan global dari ODHA yang menggunakan pelayanan VCT masih rendah. UNAIDS melaporkan bahwa 80% ODHA di dunia tidak mengetahui bahwa mereka terinfeksi HIV karena mereka belum menggunakan layanan VCT untuk memeriksakan status kesehatannya terkait HIV. VCT adalah konseling dan tes HIV sukarela yang merupakan pintu masuk untuk membantu setiap orang mendapatkan akses ke semua pelayanan HIV. Puskesmas Langsat merupakan puskesmas dengan persentase ibu hamil yang memanfaatkan Pelayanan VCT terendah yaitu 21,6%. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Voluntary Counselling And Testing (VCT) HIV Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Langsat Pekanbaru Tahun 2018. Metode Penelitian bersifat kuantitatif analitik observasional dengan studi crosssectional. Populasi Penelitian berjumlah 571 ibu hamil dengan sampel 180 ibu. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi square, dan multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Berdasarkan hasil analisis multivariat, variabel yang paling berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan VCT pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Langsat Tahun 2018 adalah variabel Dukungan Suami/Keluarga (POR:2,002) dan dukungan Tenaga Kesehatan (POR:2,571). Kesimpulan ibu yang mendapatkan dukungan suami/keluarga 2 kali memanfaatkan pelayanan VCT, ibu yang mendapatkan dukungan tenaga kesehatan 2,5 kali memanfaatkan pelayanan VCT. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan sosialisasi tentang program VCT, khususnya kepada ibu hamil yang berisiko,suami/kelaurga melalui media massa, cetak dan elektronik dan meningkatkan screening dengan melakukan VCT untuk semua ibu hamil yang datang ANC ke fasilitas kesehatan.
Copyrights © 2019