Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Penurunan Berat Badan Ibu Menyusui Wilda, Ifni; Sarlis, Nelfi; Mahera, Rifka
Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.323 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i3.2832

Abstract

Exclusive breastfeeding is breastfeeding without providing other foods and beverages to infants from birth to six months old, except drugs and vitamins. However, there are still many mothers who do not want to breastfeed exclusively on their babies because they think that breastfeeding can increase weight, while the impact of weight gain in mothers and breastfeeding is obesity that can cause various diseases such as brain disorders, disorders respiratory tract, diabetes mellitus, heart, cholesterol, stroke and even death. This study aims to determine whether there is a relationship of exclusive breastfeeding with weight loss of breastfeeding mothers in the work area of Sidomulyo Puskesmas Pekanbaru. This type of research uses quantitative data with cross sectional design. Sampling technique using consecutive sampling, population in this study amounted to 375 people and the sample amounted to 193 people. Data collection using primary data with checklist sheet. Data processing done by SPSS include editing, coding, scoring, tabulating. The analysis used is univariate and bivariate. The result of chi square test stated that the value of Pvalue is 0,003 <0,05. It is concluded that there is a significant relationship between Exclusive Breastfeeding and Weight Loss in Breastfeeding Working Area of Sidomulyo Pekanbaru Health Center of 2017.ASI Eksklusif adalah memberikan ASI saja tanpa memberikan makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berumur enam bulan, kecuali obat dan vitamin. Akan tetapi hingga saat ini masih banyak ibu yang tidak mau memberikan ASI secara Eksklusif pada bayinya karena mereka beranggapan bahwa menyusui dapat meningkatkan berat badan, adapun dampak kenaikan berat badan pada ibu bersalin dan menyusui adalah obesitas yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti gangguan otak, gangguan saluran pernapasan, diabetes mellitus, jantung, kolestrol, struk bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan penurunan berat badan ibu menyusui diwilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru. Jenis penelitian menggunakan data kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling, populasi dalam penelitian ini berjumlah 375 orang dan sampel berjumlah 193 orang. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan lembar checklist. Pengolahan data dilakukan dengan cara SPSS meliputi editing, coding, skoring, tabulating. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil uji chi square menyatakan nilai  Pvalue yaitu 0,003 < 0,05.maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara Pemberian ASI Ekslusif dengan Penurunan Berat Badan Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2017
Pemanfaatan Pelayanan Voluntary Counselling and Testing (VCT) HIV Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Langsat Pekanbaru Tahun 2018 Wilda, Ifni
Sistem Informasi Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.105 KB)

Abstract

Selama lebih dari 20 tahun layanan VCT disediakan, cakupan global dari ODHA yang menggunakan pelayanan VCT masih rendah. UNAIDS melaporkan bahwa 80% ODHA di dunia tidak mengetahui bahwa mereka terinfeksi HIV karena mereka belum menggunakan layanan VCT  untuk memeriksakan status kesehatannya terkait HIV. VCT adalah konseling dan tes HIV sukarela yang merupakan pintu masuk untuk membantu setiap orang mendapatkan akses ke semua pelayanan HIV. Puskesmas Langsat merupakan puskesmas dengan persentase ibu hamil yang memanfaatkan Pelayanan VCT terendah yaitu 21,6%. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Voluntary Counselling And Testing (VCT) HIV Pada Ibu  Hamil Di Wilayah  Kerja Puskesmas Langsat Pekanbaru Tahun 2018. Metode Penelitian bersifat kuantitatif analitik observasional dengan studi crosssectional. Populasi Penelitian berjumlah 571 ibu hamil dengan sampel 180 ibu. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi square, dan multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Berdasarkan hasil analisis multivariat, variabel yang paling berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan VCT pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Langsat Tahun 2018 adalah variabel Dukungan Suami/Keluarga (POR:2,002) dan dukungan Tenaga Kesehatan (POR:2,571). Kesimpulan ibu yang mendapatkan dukungan suami/keluarga 2 kali memanfaatkan pelayanan VCT, ibu yang mendapatkan dukungan tenaga kesehatan 2,5 kali memanfaatkan pelayanan VCT. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan sosialisasi tentang program VCT, khususnya kepada ibu hamil yang berisiko,suami/kelaurga melalui media massa, cetak dan elektronik dan meningkatkan screening dengan melakukan VCT untuk semua ibu hamil yang datang ANC ke fasilitas kesehatan.