Lansia memiliki lebih banyak masalah kesehatan dan memanfaatkan lebih banyak layanan kesehatan dibandingorang dewasa muda. Mereka kemungkinan jarang mengalami masalah atau cedera akut, tetapi mereka justrulebih mungkin memiliki konsekuensi yang terus-menerus dan mengganggu dan lebih berkemungkinanmengalami masalah kronis yang menyebabkan lebih banyak kunjungan ke dokter atau dirawat di rumah sakit.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keaktifan kader posyandu dan dukungan keluarga dengantingkat kualitas hidup lansia di posyandu lansia wilayah kerja Puskesmas Muara Rapak Balikpapan. Penelitianini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode yang bersifat deskriptif analitik dengan rancangan penelitiancross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang ada di Posyandu lansia wilayah kerjaPuskesmas Muara Rapak Balikpapan yang berjumlah 805 jiwa. Pengambilan sampel dengan menggunakanrancangan Proportional Random Sampling, dengan jumlah sampel 90 orang. Analisa univariat menggunakandistribusi frekuensi, analisa bivariate menggunakan uji Chi Square (X2), dan analisa multivariat uji regresilogistik. Hasil analisa menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara keaktifan keder dan dukungankeluarga dengan kualitas hidup lansia dimana keaktifan kader (Pvalue = 0,041 < nilai α = 0,05), dan dukungankeluarga (Pvalue = 0,000 < nilai α = 0,05). Dan Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kualitas hiduplansia adalah dukungan keluarga OR=13,492 (95% CI: 3,822 - 47,623). Diharapkan perawat meningkatkanasuhan keperawatan pada lansia dengan memberikan pendidikan kesehatan pada keluarga dan kader tentangpentingnya dukungan keluarga dan keaktifan kader untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.
Copyrights © 2017