Seiring bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan hunian terutama di kota-kota besar di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Namun ketersediaan lahan kosong semakin terbatas. Sehingga lahirnya fenomena investasi hunian dalam bentuk high-rise building. Keterlambatan proyek konstruksi disebabkan oleh banyak faktor. Salah satu faktor penyebab keterlambatan adalah perencanaan dan penjadwalan tidak efektif oleh kontraktor. Keuntungan menggunakan Critical Chain Project Management yaitu waktu penyelesaian proyek lebih cepat. BIM 4D dapat meningkatkan efektifitas dalam proses perencanaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor – faktor yang berpengaruh dalam penerapan Critical Chain Project Management dan BIM 4D pada pekerjaan struktur atas proyek bangunan gedung hunian bertingkat tinggi dan menganalisa faktor-faktor tersebut dengan metode Relative importance index (RII). Untuk tujuan tersebut, 41 faktor yang berbeda diidentifkasi, dikategorikan ke dalam 8 faktor utama dan divisualisasikan dengan diagram Ishikawa. Menurut hasil penelitian diperoleh 10 peringkat faktor berpengaruh antara lain kinerja tepat waktu, akurasi penjadwalan, waktu penyelesaian lebih cepat, meminimalkan durasi proyek, komunikasi dan koordinasi yang efektif di antara tim proyek, pemahaman tahapan pekerjaan, rantai kritis, project buffer, feeder buffer, simulasi dan visualisasi penjadwalan.
Copyrights © 2019