Tendo Achilles merupakan tendo yang paling tebal dan kuat pada tubuh yang berfungsi sangat penting untuk stabilitas waktu berjalan. Ruptur tendo Achilles sering terjadi pada usia dekade keempat dan paling banyak terjadi secara spontan, baik sewaktu berolahraga, melompat, atau jatuh dari ketinggian. Penanganan ruptur tendo Achilles masih merupakan isu kontroversial. Penanganan operasi memiliki kekuatan otot yang lebih kuat dibanding non operasi sehingga insiden untuk cedera kembali lebih sedikit. Penanganan operasi telah menjadi pilihan pada atlit, orang-orang muda dan pasien ruptur yang lama. Penanganan non operasi dengan immobilisasi gips dilakukan untuk menghindari bahaya dari komplikasi operasi dan anestesi, namun immobilisasi gips yang lama akan menimbulkan atrofi otot betis, kekakuan sendi, memperlama waktu rehabilitasi dan kehilangan waktu kerja yang cukup lama. Tujuan penanganan ruptur tendo Achilles adalah untuk mengembalikan panjang normal dan ketegangan pada tendo dan memungkinkan pasien untuk melakukan apa yang dapat dilakukan sebelum cedera. Penanganan mencerminkan keseimbangan antara perlindungan dan mobilisasi segera. Pilihan penanganan ruptur tendo Achilles menurut beberapa pendapat ahli bergantung pada pendekatan apa yang disukai.
Copyrights © 2018