Penelitian ini mendeskripsikan kondisi kemiskinan perempuan di komunitas adat Dayak Benawan Kalimantan Barat. Akses pengambilan keputusan yang terbatas bagi perempuan Dayak Benawa berimbas kepada adanya struktur pembagian kerja gender yang tidak adil. Tradisi adat yang tidak adil juga ikut menyebabkan kemiskinan. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara di lapangan dan data sekunder dari berbagai sumber pustaka seperti buku, dokumen dari kantor desa dan jurnal ilmiah.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan yang dialami kaum perempuan Dayak Benawan tidak hanya bersifat kultural dan struktural saja, melainkan juga bersifat multidimensi. Diberlakukannya tradisi lokal justru menjadi alat pelemahan posisi perempuan secara politis di dalam komunitas. Hal semacam itu merupakan praktik yang melangengkan patriarki di dalam komunitas masyarakat Dayak Benawan. Narasi kolonialisme baru muncul dalam konteks dimana keterlibatan perempuan ditiadakan melalui tradisi adat sehingga memperparah kondisi kemiskinan khususnya bagi perempuan di dalam komunitas Dayak Benawan.
Copyrights © 2019